Perencanaan Keuangan Dengan Emas

Perencanaan keuangan sudah menjadi hal mendasar bagi sebagian besar masyarakat indonesia. Seiring dengan pemerataan pendidikan, bukan hanya masyarakat perkotaan saja yang mulai “melek” perencanaan keuangan.

Sebenarnya, perencanaan keuangan “otomatis” dilakukan setiap kita yang memiki penghasilan dan pengeluaran, hanya saja tidak semuanya menggunakan kaidah perencanaan keuangan modern. Menurut saya pribadi sesungguhnya tidak ada aturan baku untuk menentukan seberapa besar pengeluaran yang harus diatur agar penghasilan yang didapatkan “cukup” untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Kita ambil contoh beberapa teman saya, ada yang berpenghasilan diatas 50juta sebulan, ada juga yang berpenghasilan 2,5 juta sebulan. 2-2 nya saya lihat hidup “cukup”. Ya iyalaaah… yang 50 juta sebulan mana mungkin kurang. Eiiits, belum tentu, ada juga lho orang yang punya penghasilan diatas 70 juta, tapi hidupnya masih merasa “kekurangan”. Penyebabnya bermacam-macam, selain karena gaya hidup, bisa juga karena hutang yang lebih besar dari penghasilan. Tapi bukan ini yang saya mau kemukakan sekarang. Sesuai judul, tulisan kali ini seputar “Perencanaan Keuangan Dengan Emas”.

Kenapa dengan emas? jawabannya, “kenapa tidak?” hehehe… emas sudah menjadi alat tukar sejak dahulu kala, nilai tukarnya memang berfluktuasi, namun relatif lebih stabih dibanding dengan benda lain yang ada di dunia ini. Nilai mata uang pada umumnya selalu turun dari waktu ke waktu. Dulu, waktu kecil saya bisa beli kerupuk dengan Rp 25,- sekarang? udah ga laku dan ga ada pula sepertinya kerupuk dengan harga Rp 25,- yang ada malah gratis.. ya, gratis, karena dikasih sama temen yang sebelumnya bayar pake uang Rp 1.000,- untuk 1 kerupuk hehehe…

Sementara emas, sepengetahuan saya, 1400 tahun yang lalu harga kambing kurang lebih 1 dinar (=4,25 gram emas) dan saat ini, kurang lebih harganya sama, bahkan bisa dapat 2 kambing kalo penjualnya baik (buy one get one) :D.

Nah… untuk lebih jelasnya bagaimana perencanaan keuangan yang saya maksud, saya batasi untuk 3 hal berikut :

  1. Perencanaan keuangan dengan emas untuk biaya haji.
  2. Perencanaan keuangan dengan emas untuk biaya pendidikan anak.
  3. Perencanaan keuangan dengan emas untuk pembelian kendaraan dan properti.

Sebenarnya tulisan berikut, mengenai ketiga hal diatas saya tulis pada tahun 2011, saya copy paste 3-3 nya. Sekalian bisa membuktikan bahwa nilai tukar emas memang stabil, silahkan Anda konversi dengan keadaan sekarang :).

1. Biaya Haji

naik haji

Setiap muslim pasti mendambakan untuk bisa naik haji ke Baitullah, namun keuangan sering menjadi kendala. Cara yang sering dilakukan adalah menabung. Menyisihkan sebagian dari penghasilan sekian rupiah dengan harapan bisa naik haji beberapa waktu kemudian. Cara ini tidak salah, namun mari kita perhatikan, biaya haji selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kalo kita nabung nya sedikit, ga tau deh kapan berangkatnya…. hehehe…

Mari kita lihat grafik sederhana berikut:

Grafik biaya naik hajiGrafik tersebut memperlihatkan biaya naik haji pada tahun 1997  sampai 2010. Dapat kita lihat biaya naik haji tahun 1997 adalah sebesar Rp 7,5 juta saja, namun di tahun 2010 biayanya naik menjadi 4 kali lebih tinggi (garis merah). Begitu pula dengan menggunakan dollar, terjadi kenaikan menjadi hampir 1,5 kali lipat dari tahun 1997 (garis biru).

Bagaimana dengan emas (Garis hijau)??? Sebaliknya!!! biaya naik haji dengan menggunakan emas malah turun menjadi sepertiganya saja dari tahun 1997.

Nah, sudah jelas kan? jika kita sekarang kita mempunyai dana di tabungan, dan memang akan digunakan untuk tujuan naik haji, tidak ada salahnya memindahkan portfolio dari tabungan ke emas. Jika menggunakan tabungan haji, gunakan hanya untuk sampai mendapatkan jatah kursi dan kepastian berangkat haji. Jika diminta melunasi biaya, jual saja emasnya (saat itu mungkin harga emas sudah jauh lebih mahal).

Maka, tunggu apalagi, mulailah berinvestasi/nabung menggunakan emas.

 

2. Biaya Pendidikan Anak

Pendidikan yang baik untuk anak adalah suatu hal yang wajib dilakukan kita sebagai orang tua. Eh, kita? saya belum punya anak…. hehehe… tapi tidak ada salahnya belajar dan menambah pengetahuan, itung-itung persiapan buat nanti 🙂 .

Sahabat tentu tau, sebenarnya dari waktu ke waktu sebenarnya uang kita (Rupiah dan hampir semua mata uang) nilainya berkurang dari waktu ke waktu. Jika sahabat lihat grafik perbandingan biaya haji kemarin, sahabat bisa lihat, nilai uang kita dibanding kan dengan emas jauh menurun. Contoh sederhana, dulu waktu saya SD di kampung, pake uang Rp 25,- bisa beli 1 kerupuk, sekarang, coba sahabat pikirkan, uang Rp 25,- bisa beli apa? jawabannya GA BISA! karena uang Rp 25,- udah ditarik peredarannya… 🙂 .

Begitu pula dengan biaya pendidikan anak, jika saat ini kita mempersiapkan uang sampai dengan anak masuk perguruan tinggi (kita asumsikan anaknya baru lahir). Saya yakin jika uang itu disimpan di tabungan atau deposito dengan perkiraan biaya saat ini, tidak akan cukup, karena pada saatnya nanti anak sekolah, biaya pendidikan sudah tidak sama lagi seperti saat ini.

Mari kita perhatikan grafik sederhana berikut :

Kita asumsikan biaya pendidikan saat ini adalah : SD 5 jt, SMP 10 jt, SMA 15 jt, dan 50 jt untuk kuliah di perguruan tinggi. Total, Rp 80 juta jumlah dana pendidikan yang bisa kita siapkan saat ini.

Kenyataannya, berdasarkan hasil investigasi… hehehe (bahasanya serem amat yak..!),  biaya pendidikan dimasa yang akan datang, untuk SD akan naik 2 kali lipat, 4x untuk SMP, 6x untuk SMA, dan 8x untuk kuliah. Sahabat pasti kaget, ternyata jumlah uang yang harus dipersiapkan adalah…. jreng jreng! 540 juta!!!. WOoOW!!! jumlah yang sangat besar dibanding dengan jumlah uang yang kita persiapkan saat ini (80 juta). Artinya, kita harus nambah 460 juta untuk dana pendidikan. Tapi kan uang kita disimpan di deposito??? uang nya kan bertambah? | Ya! bertambah, namun saya yakin hasil bunga ataupun bagi hasil, jika uang anda disimpan di bank, tidak akan bisa mengejar kekurangan dana pendidikan anak sahabat. Ga percaya? silahkan hitung sendiri. Bagaimana dengan asuransi pendidikan??? untuk yang satu ini saya serahkan pada sahabat, silahkan hitung sendiri premi yang dibayarkan, kelebihan dan kekurangannya (biar sahabat belajar nyari sendiri infonya, hehehe…).

Kembali ke EMAS! Bagaimana jika 80 juta itu kita investasikan pada emas saat ini?, berapakah dana yang dibutuhkan untuk menutupi kekurangan pada saat nanti anak kita sekolah? jawabannya kemungkinan besar TIDAK ADA! bahkan mungkin sahabat dapat sisa uang dari emas yang dijual pada saat itu. Bagaimana bisa? | coba sahabat lihat baik baik tabel berikut :

Grafik harga emas 10 tahun terakhirEmas, dalam 10 tahun terakhir, naik hampir 5 kali lipat, jika hal ini terjadi lagi (kemungkinan besar memang akan terjadi), 18 tahun kedepan (sampai anak kita masuk kuliah), kenaikannya mungkin 9 kali lipat saat ini. Artinya, saat itu, uang 80 saat ini menjadi 720 juta!! dimasa datang. WOOOOOWWWOWOW! FANTASTIS Bukan!. Mungkin jumlahnya tidak sebesar itu, karena sebagian emas kita jual setiap anak kita masuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Akan TETAPI, By The Way, tetap saja kita tidak harus menambah biaya pendidikan, malah dapat kelebihan dana. RIGHT!

Bagaimana…. masih mau naruh dana pendidikan anak anda di tabungan atau deposito? saya yakin mayoritas sahabat akan jawab TIDAK!.

Namun, semua kembali pada diri sahabat semua, LIFE IS ALWAYS ABOUT CHOICES, Right!

 

3. Pembelian kendaraan dan properti

Setelah kita bahas Perencanaan keuangan dengan emas untuk biaya haji dan biaya pendidikan, selanjutnya kita bahas untuk pembelian Rumah dan kendaraan (Mobil). Bagaimana kita bisa mengatur keuangan supaya bisa lebih efektif digunakan, dalam hal ini dengan EMAS!

Rumah idaman bisa dibeli lebih cepat lunas dengan emasMobil idaman lebih cepat lunas dengan emasKita semua mungkin setuju bahwa Rumah dan Kendaraan adalah salah 2 hal utama yang sangat dibutuhkan. Tidak semua orang bisa membeli kedua hal ini dengan cara tunai/cash, apalagi langsung beli 2-2 nya. Cara yang paling umum digunakan adalah dengan cara mencicil/kredit. Pertanyaannya adalah seberapa besar kita harus mencicil?. Banyak dari kita yang membayar DP maximum (misal 30%) supaya cicilan selanjutnya “agak ringan”, namun, ada cara yang jauh lebih baik, jauh lebih efisien supaya cicilan lebih cepat lunas dan secara hitungan total lebih rendah daripada nyicil cara biasa. Bagaimana? Mari kita lihat gambar sederhana berikut:

Perencanaan keuangan rumahMisal kita akan membeli rumah seharga Rp 300 juta dengan cicilan selama 15 tahun (180 bln), asumsi bunga KPR 12% per tahun. Jika kita memakai cara biasa, dengan membayar DP 30% yang menurut kita cicilannya “agak ringan”, maka kita harus membayar DP Rp 90 jt dengan cicilan sebesar Rp 2,5 jt setiap bulannya selama 15 tahun. Total dana yang dikeluarkan sampai rumah tersebut lunas adalah Rp 453 jt.

Sekarang kita lihat jika dana Rp 90 jt tersebut kita bagi 2, DP rumah 10% dan sisanya Rp 60 jt kita belikan emas (setara dengan 150 gr, dg asumsi harga emas Rp 400/gr). DP yang lebih kecil pasti akan memperbesar cicilan, yaitu Rp 3,2 jt / bln. Namun, mari kita lihat efeknya setelah 73 bulan. Pada saat itu, sisa cicilan rumah kita adalah sebesar Rp 346 jt. Saat yang sama pula, dengan asumsi kenaikan 10 thn terakhir ini (rata-rata 30%/thn), harga emas 150 gr yang sebelumnya dibeli, jika dijual menjadi Rp 355 jt. Dana ini bisa dipakai untuk melunasi sisa cicilan. Pihak bank biasanya tidak menyukai hal ini, biasanya akan ada biaya penalti karena pelunasan lebih awal, namun kita masih mempunyai sisa sebesar Rp 9 jt (355 – 346) untuk menutupi biaya penalti.

Jangka panjang hemat uang dengan emasHampir 9 tahun (107 bln) lebih cepat untuk melunasi hutang kita ke bank, dengan total biaya yang dibayarkan adalah Rp 296jt (+penalti). Lebih hemat Rp 150 jt-an (-penalti).

Cara yang sama bisa diaplikasikan untuk mencicil kendaraan. Anggap saja sahabat akan membeli mobil seharga Rp 200 jt. jika sahabat mempunyai dana tunai Rp 60 jt (untuk DP 30%), coba sahabat ambil DP 10% dan sisanya dibelikan emas. Sahabat akan terkejut, berapa besar jumlah total dana yang dikeluarkan dan betapa cepatnya cicilan sahabat akan lunas. Silahkan hitung sendiri… hehehe…

Bagaimana sahabat? Menarik bukan? sebuah financial re-engineering (sebutan saya sendiri, hehehe) yang bisa membuat keuangan kita lebih lebih baik. Aamiin….

*Tulisan ini saya buat dengan asumsi-asumsi sederhana, dengan harapan lebih mudah dipahami. Semua hitungan yang dihasilkan pasti tidak “Plek” sama persis dengan hitungan sebenarnya, namun, insyaAlloh,  setidaknya mendekati 🙂 .

Sebagai penutup dari Trilogi “Perencanaan keuangan dengan emas” ini, saya ingatkan bahwa emas adalah salah satu pilihan investasi, tidak ada yang salah jika sahabat memilih instrumen investasi yang lain. Sahabat bisa menyesuaikan dengan tingkat risiko yang bisa sahabat terima. Semoga bermanfaat.

 

Sekali lagi ketiga tulisan diatas saya tulis pada tahun 2011, namun saya yakin masih relevan. Untuk lebih jelasnya bagaimana keadaan emas pada saat ini, insyaAllah akan saya ulas di tulisan berikutnya. 🙂

Bahkan untuk tulisan selanjutnya saya menyarankan untuk menghindari kredit konvensional, membeli secara cash kendaraan dan properti Anda ternyata BISA!. InsyaAllah ada strategi yang bisa digunakan. Menggunakan emas tentunya 🙂

 

Advertisements